Aku termenung, terpaku di balkon ini
Sendiri, menikmati senja yang tak kunjung berganti
Ku picingkan mataku menatap langit yang bernaung di atasku
Udara di sekitarku pun turut mengalir seiring aliran darah dalam tubuhku
Sang bayu terus berhembus menerpa ranting – ranting yang kini melambai
Seolah memanggilku tuk ikut menari bersama mereka
Daun – daun bergesekan
Kicauan burung yang terbang kian kemari
Bising keramaian di luar sana
Menciptakan sebuah irama senja yang memenuhi gendang telingaku
Iramaku yang mampu menghapus rasa sepiku
Damai ini, tepiskan segala kegundahan dalam hati
Hanya secarik kertas dan tinta hitam ini
Yang mampu menuliskan segala rasa yang berkecamuk dalam jiwa
Di sini, di tempat ini
Aku curahkan semua kisah hidupku yang penuh rahasia
Suasana senja ini, yang mampu membuatku kembali tenang
Kembali mampu melukis segores senyum di wajahku
Yang memberikan kekuatan untuk meyakinkan diri,
“ aku tak apa.. ”
“ aku baik saja.. ”
“ dan semua baik saja.. ”
Hangat sang senja menyelimuti hatiku yang entah seperti apa kini
Cahaya ini, menerangi jalan pikir ku yang tanpa arah tujuan
Dan damailah segala,
Ciptakan tenang yang kini iringi hembus nafasku, desiran darahku, dan detak nadiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar